ASUS Republic of Gamers (ROG) memperkuat ekspansinya di industri esports global melalui peluncuran sejumlah perangkat gaming baru di Gamescom 2026. ROG membawa mouse Gladius IV Ace, tiga monitor OLED berkecepatan tinggi, sekaligus mengumumkan kemitraan dengan GamerLegion dan kreator FPS iiTzTimmy.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ROG untuk memperbesar eksistensinya di ekosistem gaming kompetitif. Perusahaan tidak hanya mengandalkan peluncuran perangkat, tetapi juga memperluas kerja sama dengan pemain profesional, tim esports, serta menghadirkan kanal komunikasi khusus untuk komunitas.
Lini Ace Collection dikembangkan dengan memanfaatkan pengetahuan dan masukan langsung dari tim maupun atlet profesional. Pendekatan tersebut dipakai untuk menghasilkan perangkat yang lebih sesuai dengan kebutuhan pemain dalam pertandingan kompetitif.
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah ROG Gladius IV Ace, mouse esports ergonomis yang dikembangkan melalui pengujian berbasis sports science. ROG mengklaim pendekatan tersebut membantu mengurangi ketegangan otot ketika pemain menggenggam, mengangkat, dan menggerakkan mouse dalam permainan dengan intensitas tinggi.
Pengembangan Gladius IV Ace juga melibatkan evaluasi bersama pemain esports untuk mengakomodasi variasi bentuk genggaman, ukuran tangan, serta pola pergerakan mouse. Dalam pengujian tracking, kecepatan dan akselerasi mouse disebut tetap stabil ketika pengguna mulai mengalami kelelahan.
ROG juga menyatakan tingkat akurasi tetap dapat dipertahankan setelah pemain mengalami kelelahan. Pada skenario gerakan 180-degree flick, pengujian menunjukkan pengguna mampu menghasilkan hit accuracy lebih tinggi dibandingkan kondisi pengujian yang menjadi pembanding.
Gladius IV Ace Punya Bobot yang Bisa Diatur
ROG Gladius IV Ace menggunakan desain center-balanced dengan bobot standar hanya 56 gram. Pengguna memperoleh bobot tambahan berukuran 3 gram, 5 gram, dan 7 gram yang dapat dikombinasikan untuk menghasilkan tujuh konfigurasi bobot berbeda.
Setiap unit mouse juga diuji menggunakan mesin untuk memastikan konsistensi tekanan klik kiri dan kanan berada dalam toleransi 5gf. Tujuannya adalah menghasilkan sensasi aktuasi yang konsisten ketika perangkat digunakan dalam pertandingan dengan kebutuhan respons tinggi.
Untuk koneksi nirkabel, ROG menyematkan teknologi SpeedNova 8K Gen II dengan receiver berantena besar guna meningkatkan kualitas penerimaan sinyal. Sistem tersebut dapat membaca kondisi frekuensi radio di sekitarnya dan menunjukkan kualitas koneksi secara real time.
Fitur Active Dynamic Hopping kemudian memindai saluran optimal guna membantu mengurangi kemungkinan interferensi. Dua indikator LED memberikan informasi status RF secara cepat dan dapat dipersonalisasi melalui sistem Gear Link.
Pada sektor sensor, Gladius IV Ace memakai ROG AimPoint Pro 65K yang menawarkan sensitivitas hingga 65.000 dpi, kecepatan tracking 800 ips, serta akselerasi maksimum 70g. Pengguna juga mendapat 11 tingkat lift-off distance untuk menyesuaikan karakter tracking.
Sensor tersebut memiliki kemampuan pemindaian hingga 20.000 frame per detik serta polling rate 8.000Hz. Kombinasi ini ditujukan untuk menangkap gerakan secara cepat ketika pemain melakukan flick, wide swipe, maupun koreksi bidikan dalam skala kecil.
Zone Mode menyediakan pengaturan hardware untuk kebutuhan gaming kompetitif, sedangkan Dynamic TX Power Control memungkinkan pengguna memilih kekuatan transmisi maksimum. ROG juga menyediakan tas khusus untuk membawa mouse dan aksesorinya ketika mengikuti scrim, bootcamp, LAN party, maupun turnamen.
Pengaturan mouse dapat dilakukan melalui Gear Link langsung dari browser tanpa harus memasang software tambahan. Pendekatan itu ditujukan untuk mempermudah pemain ketika berpindah antara komputer latihan, perangkat turnamen, maupun sistem yang digunakan bersama.
ROG Bawa Tiga Monitor OLED Esports Baru
Tidak hanya mouse, ROG juga memperbesar lini monitor OLED esports melalui tiga model baru berukuran 24,5 inci. Ketiganya adalah ROG Swift OLED PG259QWS Ace, ROG Strix OLED XG259QDPG Ace, dan ROG Strix OLED XG259QDNS Ace.
ASUS menyebut ketiga monitor tersebut dikembangkan dengan masukan langsung pemain profesional. Kehadirannya melengkapi ROG Strix OLED XG259QWPG Ace yang sebelumnya diperkenalkan pada Computex 2026.
ROG mengandalkan karakter panel OLED dengan piksel self-lit yang memiliki respons sangat cepat untuk mempertahankan kejernihan gerakan. Tidak adanya sistem backlight seperti pada LCD konvensional juga diklaim dapat membantu mengurangi ketegangan mata selama sesi bermain panjang.
Setiap monitor Ace memiliki skala pengukuran pada stand sehingga pemain dapat mengulang posisi pengaturan yang sama. Quick OSD tersedia untuk mempercepat perubahan konfigurasi, sementara tiga Esports Color Mode dirancang untuk kebutuhan berbeda pada permainan FPS.
ROG turut menggunakan teknologi Gallium Nitride Field-Effect Transistor atau GaNFET pada desain power supply. Teknologi tersebut diklaim membantu mengoptimalkan pembuangan panas sehingga usia penggunaan panel OLED dapat diperpanjang.
Model tertinggi dalam jajaran tersebut adalah ROG Swift OLED PG259QWS Ace yang memiliki refresh rate mencapai 720Hz. ASUS menyebutnya sebagai model tercepat dalam seri monitor esports Ace yang diperkenalkan pada Gamescom 2026.
Monitor tersebut memakai panel TrueBlack Glossy Tandem WOLED yang dirancang menghasilkan warna hitam pekat bahkan ketika digunakan di ruangan atau arena dengan pencahayaan terang. Tingkat kecerahan puncaknya diklaim mencapai 1.700 nit dan sudah mendukung Dolby Vision untuk menampilkan konten HDR.
ROG juga memasukkan Position Sensor yang dapat membaca sudut penempatan monitor pilihan pemain dan menampilkannya kembali di layar. Fitur itu memungkinkan pemain meniru konfigurasi yang sama ketika berada di rumah, ruang latihan, maupun panggung kompetisi.
ROG Swift OLED PG259QWS Ace bahkan sudah dipilih sebagai monitor esports resmi untuk PGL Major 2026. CEO PGL Silviu Stroie menyebut penggunaan OLED dalam ajang Major dengan monitor berkecepatan tinggi tersebut sebagai langkah menuju generasi baru Counter-Strike kompetitif.
ROG Swift OLED PG259QWS Ace dijadwalkan tersedia mulai awal kuartal keempat dengan harga rekomendasi atau MSRP US$1.099. Sementara ROG Strix OLED XG259QWPG Ace dipasarkan dengan MSRP US$699 pada periode yang sama.
Dua Monitor QD-OLED Lengkapi Lini Ace
Model berikutnya, ROG Strix OLED XG259QDPG Ace, menggunakan panel RGB QD-OLED dengan refresh rate 560Hz. Panel tersebut dilengkapi BlackShield Film dan lapisan anti-glare low-reflection.
ROG mengklaim BlackShield Film dapat meningkatkan persepsi level warna hitam hingga 40 persen sekaligus membuat panel 2,5 kali lebih kuat. Monitor ini menyediakan DisplayPort 1.4 dengan DSC, dua HDMI 2.1, serta tiga port USB Type-A 3.2 Gen 2.
Sementara ROG Strix OLED XG259QDNS Ace menawarkan panel RGB QD-OLED dengan BlackShield Film dan anti-glare low-reflection serta refresh rate 360Hz. Model tersebut diposisikan sebagai pilihan yang lebih mudah dijangkau bagi gamer yang ingin mendapatkan fitur esports seri Ace.
Konektivitas XG259QDNS Ace antara lain menggunakan DisplayPort 1.4 dengan DSC serta HDMI 2.1. ROG juga memasukkan berbagai tool pengaturan yang dirancang berdasarkan kebutuhan pemain profesional.
ROG Gandeng GamerLegion dan iiTzTimmy
Ekspansi ROG di Gamescom 2026 turut mencakup kerja sama baru dengan organisasi esports GamerLegion. ROG ditunjuk sebagai sponsor periferal resmi dan akan memasok mouse gaming, keyboard, mouse pad, serta berbagai perangkat khusus esports kepada tim tersebut.
CEO GamerLegion Nicolas Reber mengatakan kedua merek memiliki kesamaan dalam hal dedikasi dan mengejar performa terbaik. Menurutnya, ROG menjadi mitra yang sesuai ketika GamerLegion berusaha memperkuat posisinya di jajaran atas kompetisi esports.
General Manager ASUS Gaming and Workspace Gear Business Unit Kris Huang menambahkan ROG ingin mengembangkan perangkat berdasarkan kebutuhan nyata pemain profesional. Masukan dari tim esports dinilai penting untuk memahami tuntutan gamer yang bertanding pada level tertinggi.
ROG juga mengumumkan kerja sama dengan Timothy “iiTzTimmy” An, kreator konten FPS populer yang sebelumnya berkarier sebagai pemain profesional Apex Legends. iiTzTimmy akan menjadi mitra esports untuk lini gaming gear dan display ROG.
Kolaborasi tersebut nantinya mencakup pembuatan konten, demonstrasi produk, serta aktivasi komunitas. ROG juga akan memanfaatkan perspektif iiTzTimmy sebagai pemain FPS tingkat tinggi dalam pengembangan maupun komunikasi produk gaming terbaru.
Untuk memperkuat komunikasi dengan komunitas, perusahaan turut memperkenalkan akun Instagram ROG Ace Esports. Kanal tersebut diposisikan sebagai sumber khusus informasi esports ROG bagi gamer kompetitif maupun penggemar.
Kontennya akan meliputi informasi produk, perspektif pemain profesional, kolaborasi bersama tim, perkembangan turnamen, hingga inspirasi setup gaming. Strategi tersebut memperlihatkan ROG tidak lagi sekadar menjadikan esports sebagai tempat memasarkan perangkat, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan ekosistem produknya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.