CEO Apple Tim Cook kembali menjadi perhatian publik setelah perusahaan merilis laporan tahunan yang memuat rincian kompensasi para petinggi eksekutif.
Dalam dokumen proxy filing yang dirilis Apple pada Kamis (8/1/2026), terungkap bahwa Tim Cook memperoleh total pendapatan sebesar USD 74,3 juta sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut memang sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 74,6 juta, namun tetap menempatkan Cook sebagai salah satu CEO dengan bayaran tertinggi di industri teknologi global.
Jika dikonversikan ke rupiah, total kompensasi Tim Cook pada 2025 setara dengan lebih dari Rp1,15 triliun, tergantung pada nilai tukar yang berlaku.
Jumlah ini mencerminkan posisi strategis Cook sebagai pemimpin Apple di tengah persaingan ketat industri teknologi, sekaligus menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan berpengaruh langsung pada pendapatan jajaran eksekutifnya.
Menariknya, gaji pokok Tim Cook relatif tidak berubah dalam hampir satu dekade terakhir. Sejak 2016, Apple menetapkan gaji dasar Cook sebesar USD 3 juta per tahun, dan angka tersebut kembali dipertahankan pada 2025.
Namun, gaji pokok ini hanya merupakan sebagian kecil dari total pendapatan Cook. Porsi terbesar justru datang dari insentif berbasis kinerja dan kepemilikan saham.
Dalam laporan tersebut, Apple menjelaskan bahwa Cook menerima USD 57,5 juta dalam bentuk penghargaan saham, yang nilainya sangat bergantung pada performa saham Apple di pasar.
Selain itu, Cook juga memperoleh USD 12 juta dalam bentuk insentif tunai berbasis kinerja, yang diberikan ketika Apple mampu mencapai target finansial dan operasional tertentu. Kombinasi saham dan bonus inilah yang membuat total kompensasi Cook jauh melampaui gaji pokoknya.
Selain gaji dan bonus utama, Tim Cook juga menerima USD 1,76 juta dalam bentuk kompensasi lainnya. Komponen ini mencakup kontribusi pensiun seperti 401(k), premi asuransi jiwa, pencairan sisa cuti, biaya keamanan pribadi, hingga penggunaan pesawat pribadi.
Apple menegaskan bahwa Cook diwajibkan menggunakan pesawat jet pribadi untuk keperluan bisnis maupun pribadi, demi alasan efisiensi dan keamanan. Kebijakan ini menjadi standar bagi CEO Apple, mengingat sensitivitas posisi dan risiko keamanan yang melekat.
Apple sendiri menetapkan target kompensasi Tim Cook sebesar USD 59 juta untuk tahun 2025, angka yang sama seperti tahun 2024. Namun, Cook berhasil melampaui target tersebut berkat pencapaian kinerja perusahaan yang solid.
Insentif tambahan ini menunjukkan bahwa Apple masih memandang kepemimpinan Cook sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas bisnis dan kepercayaan investor.
Tidak hanya Tim Cook, laporan tahunan Apple juga mengungkap kompensasi jajaran eksekutif senior lainnya.
Beberapa nama penting seperti Kate Adams (penasihat hukum umum yang akan meninggalkan jabatan), Sabih Khan (Chief Operating Officer), serta Deirdre O’Brien (kepala divisi ritel dan sumber daya manusia) masing-masing menerima paket kompensasi senilai sekitar USD 27 juta sepanjang 2025.
Angka tersebut menegaskan bahwa Apple memberikan penghargaan besar kepada para eksekutif yang memegang peran strategis dalam operasional perusahaan.
Tahun 2025 juga menjadi momen penting bagi Apple dalam hal transisi kepemimpinan keuangan. Luca Maestri, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer, tercatat memperoleh kompensasi sebesar USD 15,5 juta sebelum posisinya digantikan.
Sementara itu, CFO baru Apple, Kevan Parekh, langsung mengantongi pendapatan sebesar USD 22,5 juta di tahun pertamanya menjabat. Perbedaan ini mencerminkan penyesuaian peran dan tanggung jawab dalam struktur manajemen Apple yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, data kompensasi ini menunjukkan bagaimana Apple mengaitkan pendapatan para eksekutifnya dengan performa perusahaan.
Meskipun sempat menghadapi tantangan global, termasuk fluktuasi pasar dan tekanan ekonomi, Apple tetap mampu mempertahankan kinerja yang cukup kuat untuk memberikan insentif besar kepada para petingginya.
Bagi investor, transparansi ini menjadi indikator penting mengenai stabilitas manajemen dan arah jangka panjang perusahaan.
Dengan total pendapatan puluhan juta dolar per tahun, Tim Cook sekali lagi membuktikan bahwa posisi CEO Apple bukan sekadar simbol prestise, melainkan peran strategis yang memiliki dampak langsung terhadap nilai perusahaan dan kepercayaan pasar global.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.