Perseteruan panjang antara Elon Musk dan OpenAI kembali memasuki babak baru. Dalam dokumen hukum terbaru yang terungkap ke publik, CEO xAI tersebut dikabarkan menuntut kompensasi dalam jumlah fantastis, yakni antara USD 79 miliar hingga USD 134 miliar, dari OpenAI dan Microsoft.
Nilai ini diklaim sebagai bentuk ganti rugi atas apa yang disebut Musk sebagai “keuntungan yang diperoleh secara tidak sah” sejak OpenAI beralih dari misi nirlaba awalnya.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan Bloomberg, yang menyebutkan bahwa tuntutan tersebut diajukan sebagai bagian dari gugatan yang telah berlangsung sejak 2024.
Angka fantastis itu secara langsung menempatkan kasus ini sebagai salah satu sengketa hukum paling bernilai dalam sejarah industri teknologi dan kecerdasan buatan.
Klaim Musk atas Valuasi OpenAI
Dilansir Mashable Indonesia dari Bloomberg (17/01/26)dalam pengajuan terbarunya, Elon Musk menyatakan bahwa dirinya berhak atas sebagian dari valuasi OpenAI yang saat ini diperkirakan mencapai USD 500 miliar.
Klaim tersebut didasarkan pada peran Musk di masa awal berdirinya OpenAI, ketika organisasi tersebut masih beroperasi sebagai lembaga nirlaba dengan misi pengembangan AI yang aman dan bermanfaat bagi umat manusia.
Musk mengungkapkan bahwa ia telah menyuntikkan dana awal sekitar USD 38 juta dan menyumbang hampir 60 persen dari total pendanaan tahap awal OpenAI.
Kontribusinya tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga mencakup perekrutan talenta kunci, membuka jaringan bisnis, serta memberikan arahan strategis layaknya seorang pendiri startup.
Menurut Musk, perubahan arah OpenAI menjadi entitas yang berorientasi komersial, terlebih dengan keterlibatan erat Microsoft, telah menyimpang dari visi awal yang ia dukung secara finansial dan strategis.
Perhitungan “Keuntungan Tidak Sah”
Nilai tuntutan Musk tidak muncul begitu saja. Angka tersebut berasal dari analisis C. Paul Wazzan, seorang ekonom keuangan yang ditunjuk sebagai saksi ahli dalam kasus ini.
Berdasarkan perhitungannya, OpenAI disebut telah meraih keuntungan tidak sah senilai USD 65,5 miliar hingga USD 109,43 miliar. Sementara itu, Microsoft diperkirakan memperoleh tambahan keuntungan antara USD 13,3 miliar hingga USD 25,06 miliar dari kolaborasinya dengan OpenAI.
Jika digabungkan, total klaim ganti rugi yang diminta Musk bisa mencapai USD 134 miliar. Angka ini mencerminkan skala pertumbuhan OpenAI yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, seiring melonjaknya popularitas produk berbasis AI generatif dan integrasinya ke berbagai layanan komersial.
Akar Konflik Sejak 2024
Gugatan ini bukan konflik baru. Perselisihan antara Musk dan OpenAI bermula pada Maret 2024, ketika Musk pertama kali mengajukan tuntutan hukum dengan tuduhan bahwa OpenAI telah melanggar status nirlabanya.
Seiring waktu, Microsoft kemudian ikut dimasukkan sebagai tergugat, mengingat peran besarnya sebagai mitra strategis dan investor utama OpenAI.
Musk juga sempat mengajukan permohonan injunksi untuk menghentikan rencana restrukturisasi OpenAI, yang dinilai akan semakin menjauhkan organisasi tersebut dari tujuan awalnya. Meski upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan, langkah itu menegaskan keseriusan Musk dalam memperjuangkan klaimnya.
Gugatan Lain dan Dampaknya ke Industri AI
Di luar kasus ini, Musk juga melibatkan OpenAI dalam gugatan lain yang menuding praktik monopoli, bersama Apple, yang disebut-sebut menghambat persaingan adil bagi xAI, perusahaan AI milik Musk. Tuduhan tersebut berkaitan dengan distribusi aplikasi dan akses ke ekosistem digital, termasuk App Store.
Rangkaian gugatan ini menunjukkan bahwa konflik Musk dengan OpenAI bukan sekadar persoalan finansial, tetapi juga menyangkut arah masa depan industri kecerdasan buatan.
Jika tuntutan ini berlanjut hingga putusan pengadilan, dampaknya berpotensi mengguncang ekosistem AI global, baik dari sisi regulasi, pendanaan, maupun struktur bisnis perusahaan teknologi besar.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.